PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Neurologi, Neuropsikologi

Atrofi Serebral

cerebral atrophy

Ringkasan Singkat

Atrofi serebral adalah degenerasi dan penyusutan otak, biasanya karena penuaan, penyakit, atau cedera, ditandai oleh pembesaran celah permukaan dan rongga internal otak.

Atrofi serebral, juga dikenal sebagai atrofi otak, adalah kondisi medis yang melibatkan degenerasi dan penyusutan volume jaringan otak. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk proses penuaan normal, penyakit neurodegeneratif, atau cedera otak.

Secara anatomis, atrofi serebral ditandai oleh dua perubahan utama:

  1. Pembesaran sulkus (celah permukaan): Lipatan atau alur di permukaan korteks serebral menjadi lebih dalam dan lebar.
  2. Pembesaran ventrikel (rongga internal): Ruang yang berisi cairan serebrospinal di dalam otak membesar.

Meskipun atrofi serebral dapat menjadi bagian dari penuaan normal dan mungkin tidak selalu disertai dengan efek kognitif yang signifikan, kondisi ini juga dapat menjadi sekunder akibat gangguan yang lebih serius, seperti:

  • Penyakit serebrovaskular (misalnya, stroke)
  • Ensefalitis (radang otak)
  • Penyakit Alzheimer dan bentuk demensia lainnya
  • Cedera kepala traumatis

Tingkat keparahan gejala kognitif dan fungsional bervariasi secara luas tergantung pada penyebab dan luasnya atrofi.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Petersen, R. C. (2007). Mild cognitive impairment. Continuum: Lifelong Learning in Neurology, 13(4), 15-30.
  • American Psychological Association. (n.d.). APA Dictionary of Psychology. Retrieved from https://dictionary.apa.org/cerebral-atrophy
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback